Archive for January, 2009

Love is Feeling

Posted in Diari Kehidupan on January 27, 2009 by bioobie

Entah udah berapa kali saya menonton ulang film yang berjudul August Rush ini. Sebenarnya bukan karena musik dan lagu Something Inside atau Someday yang begitu menyentuh. Bukan pula karena ingin melihat keahlian setiap pemeran dalam memainkan alat musik. Tetapi hanya karena perasaan (It’s all about Feeling).

Perasaan dan getaran hati yang berirama sama dari setiap insan itulah yang menghasilkan pertemuan itu. Perasaan itulah yang mengahasilkan musik yang begitu indah. Perasaan dan getaran hati itulah yang menghasilkan cinta. Atau boleh saya katakan cinta itu berasal dari perasaan. Cinta itu adalah ungkapan perasaan dari hati yang paling dalam. Setiap insan boleh terpisahkan oleh jarak dan waktu, tetapi dengan perasaan yang sama someday We’ll be together. Sebaliknya ketidaksamaan perasaan dapat menghasilkan cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Perasaan kadang menguasai diri kita dan memaksa kita untuk melakukan hal bodoh dan sulit untuk dikendalikan. Ya… sesuatu yang lahir dari hati emang tidak bisa dibohongi dengan pikiran dan kata-kata manis.

It’s the first thing you see as you open your eyes. The last thing you say as your saying goodbye.  Something inside you is crying and driving you on.

Apa yang anda rasakan tidak selalu sama dengan apa yang ia rasakan;).
No metter what’s happen. Because anytime something bad happen to you… It’s the one place, you can escape to and just, psh, let it go. Nothing bad’s gonna happen. You gotta have a little faith.


NB : kata-kata yang dicetak miring adalah kutipan dari film August Rush

Advertisements

Ya jika “YA” dan Tidak jika “Tidak”

Posted in Diari Kehidupan on January 20, 2009 by bioobie

Minggu kemarin, Setelah pulang gereja terus makan dan nonton “Yes man” ama teman di ekalokasari.  Film yang penuh dengan lelucon:)). Dari sekian banyak adegan dan ucapan yang membuat gw tertawa terdapat banyak makna yang cukup berarti buat pribadi gw.

Kehidupan Carl Allen yang penuh dengan ketidakpastian dan kebimbangan dapat berubah karena “tersugesti” dan keiklasan untuk mengatakan “Ya”. Tetapi apakah mengucapkan kata “Ya” semudah membalikan telapak tangan? cobalah renungkan!

Gw sendiri adalah orang yang penuh dengan tanda tanya:). Selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan. Tetapi keputusan yang membutuhkan banyak pertimbangan itu tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Gw jadi berpikir seandainya tidak perlu ada pertimbangan dan gw langsung katakan Ya jika “YA” dan Tidak jika “TIDAK”, mungkin tidak akan ada banyak waktu yang gw habiskan untuk berbagai pertimbangan dalam mengambil keputusan tersebut.

Logika kehidupan “Ya jika Ya dan Tidak jika Tidak” tidak selalu berakhir sempurna. Mungkin gw harus lebih banyak belajar lagi untuk bisa menghadapi kehidupan ini:).  Terima kasih . . . .