Sudah Sebelas Tahun Kau Pergi

Sudah sebelas tahun kau pergi.

Waktu itu aku masih duduk di bangku SMP kelas 1.
Dikala kakak masih menyiapkan diri untuk mengikuti EBTANAS(Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) hari terakhir.
Dikala aku masih mengikuti kegiatan kepramukaan.
Dikala aku masih merasakan hangatnya api unggun hingga sang suria tiba.
Datanglah seorang anak kecil yang memanggil-manggil namaku.
Saat aku menghampiri, ia hanya menjawab : “Ka Obi, dipanggil Pastor Stanis”.
Tanpa banyak bicara aku langsung berlari menesuri pematang sawah.
Hatiku bergetar dan ada suara yang berbisik “sesuatu telah terjadi di rumah”.
Sepanjang perjalanan dari tempat kemping ke asrama tempat tinggal aku hanya membisu sambil merasakan getaran hati yang begitu memaksa.
Saat aku diminta untuk menyiapkan diri untuk ke rumah, di saat itulah aku semakin merasakan desakan yang semakin kuat.
Dan akhirnya desakan itu keluar dengan tetesan air mata yang begitu deras.
Suasana semakin penuh dengan tanda tanya saat aku tahu bahwa di dalam mobil yang membawaku ke rumah adalah tiga orang anggota polisi.
Singkat cerita, semua tanda tanya, semua getaran dan suara hati
akhirnya terjawab dengan isak tangis dari seorang ibu dan ketiga anaknya yang ditinggalkan dengan sebuah ucapan :
“Bapak telah mendahului kita semua”.
Terima kasih Tuhan Semoga ia selalu dalam naungan kasih-Mu.

One Response to “Sudah Sebelas Tahun Kau Pergi”

  1. amiin..
    yang tabah bro…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: