Di Mata Tuhan

Mati Satu Tumbuh Seribu. Itulah kata-kata yang tepat untuk dunia sekarang ini. Dunia yang penuh dengan kepadatan. Dunia yang penuh dengan keramaian dan kebisingan. Setiap orang lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan umum. Tidak peduli anda itu orang kaya atau miskin. Tidak peduli anda dalam keadaan suka atau duka. Tidak peduli anda itu murid Tuhan atau murid Setan. Semua berjalan sesuai kehendak masing-masing.

Cobalah tengok di sekeliling anda apakah anda termasuk orang kaya? Ataukah anda adalah orang buangan yang setiap hari mencari sesuap nasi di perempatan lampu merah?

Mengapa ada orang kaya dan orang miskin? Bukankah kita semua sama? Kita adalah sama-sama ciptaan Tuhan. Maka, saya mengajak kita semua untuk mencoba merenungkan syair lagu yang berjudul Di Mata Tuhan berikut ini:

Nama baik lebihlah berharga daripada harta kekayaan
lebih baik disayang orang daripada perak dan emas.

Tak perlu iri atau dengki
pada siapa yang sombong dan kaya
janganlah dengan kekayaan
kau menindas orang yang lemah

Karena di mata Tuhan
di mata Tuhan semua sama miskin dan kaya
di mata Tuhan semua sama tiada berbeda
yang baik hati diberkati Tuhan
penabur benci penuai bencana

Terima Kasih.

Advertisements

3 Responses to “Di Mata Tuhan”

  1. ya ya ya…
    kapan resign bie? :p

  2. mas obie, update dong blognyah :d
    kan jadi status jimel..

  3. bona ventura Says:

    Saya sangat suka lagu ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: