Ya jika “YA” dan Tidak jika “Tidak”
Minggu kemarin, Setelah pulang gereja terus makan dan nonton “Yes man” ama teman di ekalokasari. Film yang penuh dengan lelucon:)). Dari sekian banyak adegan dan ucapan yang membuat gw tertawa terdapat banyak makna yang cukup berarti buat pribadi gw.
Kehidupan Carl Allen yang penuh dengan ketidakpastian dan kebimbangan dapat berubah karena “tersugesti” dan keiklasan untuk mengatakan “Ya”. Tetapi apakah mengucapkan kata “Ya” semudah membalikan telapak tangan? cobalah renungkan!
Gw sendiri adalah orang yang penuh dengan tanda tanya:). Selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan. Tetapi keputusan yang membutuhkan banyak pertimbangan itu tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Gw jadi berpikir seandainya tidak perlu ada pertimbangan dan gw langsung katakan Ya jika “YA” dan Tidak jika “TIDAK”, mungkin tidak akan ada banyak waktu yang gw habiskan untuk berbagai pertimbangan dalam mengambil keputusan tersebut.
Logika kehidupan “Ya jika Ya dan Tidak jika Tidak” tidak selalu berakhir sempurna. Mungkin gw harus lebih banyak belajar lagi untuk bisa menghadapi kehidupan ini:). Terima kasih . . . .
January 20, 2009 at 4:46 pm
Aku sudah melakukannya dari dulu bie… cuma emang terkadang capek.. tapi setelah lama-lama aku berpikir itulah prosesnya, dari sana karena sering bilang Ya dulu jadi sering dikasih kerjaan sama bos, dan sisi positivenya aku banyak belajar setelah melakukan pekerjaan tersebut dan otakku rasanya makin fresh dan berguna
NO MAN NO MAN NO MAN!!!
)
January 21, 2009 at 1:28 am
Thanks delz, sharing yang bagus:). Ternyata kita sama:) (halah…).
Tapi perlu diperhatikan ucapan kata “Ya” untuk Cinta dan Pekerjaan emang berbeda. hahahaha so tahu:).
January 22, 2009 at 8:57 am
Nemu juga lu blog gue ya bi……
Frost/Nixon kayanya lu gak bakal suka, terlalu serius
February 4, 2009 at 8:44 am
bioobie selalu mengaitkan sesuatu dengan cinta